ADAPTASI MAKHLUK HIDUP TERHADAP LINGKUNGAN
Semakin tinggi kemampuan adaptasi suatu jenis organisme, maka semakin besar
pula kemungkinan kelangsungan hidup jenis organisme itu. Dengan kemampuan
adaptasi yang tinggi, suatu jenis dapat menempati habitat yang beraneka. Manusia
adalah contoh jenis makhluk yang mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi.
Hampir semua habitat dihuni oleh manusia. Mulai dari pantai sampai pegunungan
Andes yang tinggi, dari hutan tropis yang panas dan lembab sampai gurun pasir yang
kering dan panas, serta daerah kutub yang dingin. Dengan kemampuan adaptasi yang
sangat tinggi, populasi manusia terus bertambah dan menduduki habitat baru, hal ini
karena kemampuan otaknya yang paling tinggi dibanding organisme lainnya. Dengan
berbekal sains, manusia mampu menciptakan berbagai peralatan untuk mengatasi
kesulitan yang dihadapinya.
Adaptasi yang dilakukan oleh organisme secara garis besarnya ada tiga cara yaitu:
adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.
1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah perubahan bentuk tubuh atau struktur alat-alat tubuh
tertentu suatu organisme terhadap lingkungannya. Adaptasi morfologi merupakan
bentuk adaptasi yang paling mudah terlihat. Adaptasi morfologi terjadi pada hewan
dan tumbuhan.
a. Adaptasi Morfologi Pada Hewan
Contoh :
1) Bentuk paruh
Paruh burung berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Burung pemakan
ikan, pemakan biji, pemakan daging, dan pencari makanan di lumpur memiliki
bentuk paruh yang berbeda.
sumber: Ensiklopedi Burung
Gambar 4.1 Berbagai bentuk paruh burung
54 IPA SMP Kelas IX
2) Bentuk kaki (cakar)
Kaki (cakar) burung sesuai dengan tempat hidup dan cara hidupnya. Pada itik
kakinya dilengkapi selaput berfungsi untuk mendayung saat itik berenang di air.
Pada burung elang mempunyai kaki dan cakar yang kuat dan tajam untuk mencengkeram
mangsanya.
sumber: Ensiklopedi Burung
Gambar 4.2 Adaptasi bentuk kaki burung berdasarkan fungsinya
3) Tipe mulut
Serangga berkembang pesat dengan jenis makanannya. Pada belalang mempunyai
tipe mulut menggigit dan mengunyah karena makanannya daun. Nyamuk
mempunyai tipe menusuk dan menghisap, kupu-kupu mempunyai tipe mulut
mengisap, karena sering mengisap madu pada tumbuhan.
Gambar 4.3
(a) Tipe mulut untuk menggigit dan mengunyah pada belalang
(b) Tipe mulut untuk menusuk dan mengisap pada nyamuk
(c) Tipe mulut untuk mengisap pada kupu-kupu
4) Bentuk tubuh pada hewan air
Ikan mempunyai bentuk tubuh yang
ramping seperti terpedo (streamline) dan
permukaan tubuh yang berlendir. Hal ini merupakan
adaptasi hewan yang hidup di air.
Dengan bentuk tubuh yang demikian, ikan
akan mudah bergerak dengan cepat di dalam
air. Pada mamalia air misalnya paus dan
lumba-lumba, memiliki bentuk tubuh seperti
ikan, selain itu anggota badan mamalia
tersebut berubah menjadi alat-alat tubuh
seperti sirip sehingga memudahkan pergerakannya
di dalam air.
IPA SMP Kelas IX 55
Gambar 4.4 Bentuk adaptasi hewan laut
(a) Bentuk tubuh yang meramping seperti
torpedo memudahkan ikan bergerak
dengan cepat.
(b) Cumi-cumi menguncupkan tentakelnya
untuk berenang melejit
b. Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan
Contoh :
1) Tumbuhan xerofit
• Tumbuhan xerofit merupakan tumbuhan
yang hidup di tempat yang kurang air (kering)
misalnya, tanaman kaktus. Tumbuhan ini
memiliki jaringan penyimpan air di dalam
batangnya yang tebal dan berselaput zat
semacam lilin. Daunnya sempit dan jumlahnya
sedikit bahkan berubah bentuk menjadi duri,
juga terda-pat lapisan kutikula yang tebal serta
memiliki sedikit stomata yang letaknya tersembunyi.
Bentuk daun yang demikian akan
mengurangi penguapan (pengeluaran) air.
Sistem perakaran lebat dan panjang sehingga
tersebar sangat luas di dalam tanah. Hal ini
berguna untuk mendapatkan air yang cukup.
Bentuk tubuh (batang, daun, dan akar) pada tanaman kaktus sesuai dengan tempat
hidupnya.
2) Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air, misalnya enceng gondok
(Euchornia crasipes), paku air (Azolla pinata) dan teratai. Tumbuhan ini memiliki
tangkai daun yang menggembung membentuk rongga-rongga udara yang berisi
udara sehingga dapat mengapung. Tumbuhan yang hidup di air umumnya mempunyai
lapisan kutikula yang tipis dan mudah ditembus air. Melalui permukaan
tubuh yang tipis inilah tumbuhan dapat mengambil air dan zat-zat hara melalui
seluruh permukaan tubuhnya. Tumbuhan yang sebagian tubuhnya berada di
dalam air dan sebagian di atas air memiliki sistem perakaran serabut sebagai alat
melekat dan sistem jaringan pengangkut pada tumbuhan air tidak berkembang
dengan baik. Stomata terletak di permukaan daun sebelah atas serta memiliki jumlah
daun yang banyak, lebar dan tipis.
3) Tumbuhan Higrofit
• Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan basah. Tumbuhan
ini memiliki daun yang lebar untuk mempercepat penguapan, ujung tulang daun
pada tepi daun atau ujung daun berlubang untuk meneteskan air (gurasi), misalnya
keladi.
4) Tumbuhan Trofit
• Tumbuhan Trofit seperti famili Gramineae, Liliaceae, Zingebereae, pohon Jati,
randu, dan flamboyan pada musim kemarau menggugurkan bagian tubuh (daun)
di atas tanah, menjelang musim penghujan tumbuh kembali.
5) Tumbuhan Epifit
• Tumbuhan Epifit seperti anggrek beradaptasi dengan membentuk bagian jaringan
yang menggelembung yang berguna untuk menyimpan air.
56 IPA SMP Kelas IX
Gambar 4.5 Sumber: Clip Art
Bentuk adaptasi tumbuhan (a) kaktus memiliki
batang yang tebal dan berdaging untuk
menyimpan air,
(b) Batang encenggondok berisi udara
sehingga dapat mengapung
UJI PEMAHAMAN
1. Apakah pengertian adaptasi itu?
2. Apakah adaptasi morfologi itu?
3. Untuk apakah selaput pada kaki itik dan angsa?
4. Bagaimana ciri-ciri tumbuhan higrofit?
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi kerja organ tubuh terhadap
lingkungannya untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini erat hubungannya dengan
penyesuaian metabolisme tubuh.
Contoh :
a. Hewan memamah biak
makanannya adalah rumput dan
daun. Rumput maupun daun
mempunyai dinding sel yang
mengandung selulosa yang sulit
dicerna secara mekanik. Agar
dapat dicerna secara sempurna
diperlukan enzim selulosa untuk
mencerna selulosa. Oleh karena
itu, pada saluran pencernaan
hewan memamah biak banyak
terdapat kelenjar yang menghasilkan
enzim selulosa.
b. Jumlah sel darah merah pada
orang yang tinggal di dataran
tinggi (pegunungan) cenderung
lebih banyak. Hal ini disebabkan
kadar O2 di pegunungan lebih
sedikit dibandingkan di dataran rendah. Kadar O2 yang rendah membuat tubuh
membentuk sel darah merah lebih banyak untuk mengikat O2 lebih banyak. Itulah
sebabnya orang yang tinggal di daerah pegunungan cenderung mempunyai kulit
berwarna kemerahan.
c. Orang yang hidup di daerah yang tercemar limbah domestik dalam tubuhnya
berkembang kekebalan terhadap infeksi muntah berak. Mereka mandi dengan air
yang tercemar dan bahkan minum air yang tercemar, tetapi mereka tidak menjadi
sakit. Kekebalan itu tidaklah bersifat mutlak, sehingga ada juga yang menjadi
sakit.
d. Ikan yang hidup di laut lebih sedikit mengeluarkan urin dibandingkan ikan yang
hidup di air tawar. Hal ini disebabkan karena tekanan osmosis sel-sel tubuh ikan
yang hidup di laut lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Apabila tidak
ada cara penyesuaian pada tekanan osmosis air laut, maka ikan laut akan mati
karena air di dalam sel-sel tubuhnya akan tertarik oleh air laut.
IPA SMP Kelas IX 57
Gambar 4.6 Enzim selulosa yang terdapat di dalam
saluran pencernaan hewan memamah biak
berfungsi untuk mencerna selulosa
Untuk penyesuaian diri terhadap tekanan osmosis air laut, ikan laut banyak
minum air dengan sedikit mengeluarkan urin. Sebaliknya, tekanan osmosis sel-sel
tubuh ikan yang hidup di air tawar lebih tinggi daripada tekanan osmosis air
tawar.
e. Padi Gogo beradaptasi pada lahan yang kering dan padi sawah pada lahan tergenang.
Hewan, tumbuhan dan mikroba dapat juga membentuk zat di dalam
tubuhnya yang membuat mereka kebal terhadap serangan hama dan penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar